Tampilkan postingan dengan label Handphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Handphone. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Nokia X3


Generasi Xseries sudah mulai menembus pasar. Ponsel yang digadang-gadang sebagai pengganti (penerus) keluarga XpressMusic di segmen ponsel musik ini membawa beberapa penyegaran. Nah, Nokia X3 adalah seri pertama dari jajaran keluarga baru Nokia (Xseries) yang masuk ke Indonesia.

Nokia X3 memiliki tampilan yang berbeda meski sama-sama bermain di segmen ponsel musik. Antara lain kehadiran user interface S40-Series 6th edition yang relatif baru ditunjang integrasi layanan Ovi dan kemampuan multi tasking dasar.

Disain & Interface
Nokia X3 adalah sebuah ponsel musik generasi baru dari Nokia yang mengusung harga terjangkau. Namun, X3 disokong disain sliding yang umumnya hadir pada ponsel papan atas vendor asal Finlandia tersebut. Kendati begitu jangan terlalu mengharapkan fitur premium kecuali paket musik lengkap di dalamnya.

Ponsel ini memiliki disain relatif simpel yang ditunjang garis tegas dan bodi nan lebar. Sebagai ponsel sliding, X3 terasa cukup solid dan kompak saat digenggam. Sayang, sebagian material penunjangnya masih terasa kurang kokoh, terutama karena kehadiran beberapa komponen plastik.

Vendor seolah menghindari tampilan sudut membulat yang biasa hadir pada sebagian besar ponsel Nokia yang sudah lebih dulu muncul di pasar. Bahkan, X3 cenderung tebal, pipih dengan garis tegas menyiku di setiap sudutnya.

Pada bagian atas ponsel terdapat port data micro USB, port 3.5mm audio jack dan standar port charger. Bagian sisi kiri terdapat slot microSD dan di kanan adalah tombol volume dan kamera.

Permukaan depan ponsel ini saat slider belum dibuka, terdiri dari layar yang dihiasi dua lempengan garis biru pada bagian sisinya. Di lempengan garis biru bagian kiri tersemat tiga tombol musik terdedikasi ala beberapa ponsel XpressMusic.

Seperempat bagian permukaan depan di bawah layar hadir tombol navigasi empat arah yang cukup besar. Dilengkapi dengan tombol soft key serta tombol call dan reject di sisi kiri dan kanannya. Setiap tombol relatif nyaman dan empuk saat dipakai.

Lantas saat sliding dibuka, pengguna akan menemukan jajaran keypad alfanumerik. Hamparan keypad ini berkomposisi rata terbuat dari lapisan metal. Terdapat garis vertikal dan horizontal yang memisahkan setiap tombol untuk memudahkan penggunaan. Tombol ini empuk dan intuitif saat digunakan meski terbuat dari lempengan logam.

Di sektor interface, diagonal layar 2,2 inci-nya yang sempit dan kecil terlihat kontras dengan bodi X3 yang tebal dan lebar. Tingkat kontras dan warna pada display QVGA dengan 262 ribu warna ini pun relatif kurang tajam. Apalagi dalam kondisi outdoor (tertimpa cahaya matahari) display menjadi kabur.

Nokia X3 beroperasi dengan user interface Series 40 6th edition, masih nyaris sama dengan versi terdahulu, namun ada perubahan di sektor Messaing, Gallery dan menu. Dukungan multitasking sudah hadir meski belum sempurna. Pasalnya, pengguna tak bisa beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain yang tengah dibuka, kecuali menutupnya.

Multimedia
Pemutar musik menjadi aplikasi unggulan yang terdapat dalam ponsel ini. Kehadiran interface musik dengan fungsi menyeluruh melengkapi kemampuannya dalam mendukung beragam format musik.

Nokia X3 juga sudah dijejali theme yang bisa diutak-atik sesuai selera, tampilannya pun menjadi lebih variatif. Selain itu, pengguna bisa menyortir lagi dalam berbagai kategori mulai dari artis, album dan genre.

Sound yang keluar dari loudspeaker stereo Nokia X3 terdengar jernih dan lantang. Dalam volume maksimal, output dari pemutar musik ini masih mampu menampilkan kualitas terbaik tanpa ada suara pecah.

Saat musik tengah mengalun, tombol navigasi yang dilingkari cahaya bisa berpendar mengikuti irama lagu. Pemutar musik pun bisa diatur via tombol musik yang berjajar di sebelah kiri layar.

Untuk menyempurnakan kenikmatan mendengarkan lagu, pengguna bisa memakai headset bawaan yang disertakan dalam paket penjualan. Jika dirasa masih kurang lengkap, ponsel ini sudah mendukung profil A2DP yang memungkinkan penggunaan earphone stereo Bluetooth.

5 equalizer preset menjadi pilihan, jika ingin memutar lagu tertentu. Namun, pengguna bisa memodifikasi sendiri equalizer lantas menyimpannya pada slot yang memang sengaja disediakan.

Radio FM pun dibenamkan sebagai alternatif hiburan. Menariknya, tak perlu lagi menancapkan headset sebagai sarana penerima siaran, karena vendor sudah menjejalkan antena terintegrasi di dalam ponsel. Radio FM ini ditunjang pula dengan RDS.

Di sektor kamera, X3 hadir dengan kekuatan 3,2 megapiksel. Resolusi maksimal yang bisa diperoleh mencapai 2048x1536 piksel. Seperti Series 40 yang lain, pengaturan kamera relatif terbatas.

Namun, tersedia setting standar seperti white balance, effect, hingga pilihan memotret dalam opsi landscape atau portrait. Sayang, tanpa atufokus dan LED flash, hasil jepretan relatif kurang maksimal.

Foto yang dihasilkan rata-rata, belum mampu menandingi beberapa ponsel Nokia lain sekelasnya. Dalam kondisi kaya cahaya atau outdoor hasilnya masih cukup menjanjikan. Namun di dalam ruangan, tak perlu terlalu berharap banyak karena hadirnya noise serta tingkat ketajaman gambar yang banyak berkurang.

Kamera ponsel ini bisa dipakai merekam video dengan resolusi (QCIF) 176 x 144 piksel @ 15 fps. Sementara kapasitas rekam video 3gp-nya dibatasi tergantung ketersediaan memori. Untuk memutarnya tinggal akses video player yang kompatibel dengan format 3GP, MP4 and WMV.

Konektivitas
Ponsel ini belum mendukung 3G, sehingga akses internet yang bisa diperoleh hanya setingkat jaringan GPRS dan EDGE. Saat dijajal via browser bawaan yang mengintegrasikan WebKit-based HTML, aksesnya sudah cukup memadai.

Browser bawaan ponsel menyediakan pilihan menarik di menu Options > Quick links. Fitur ini memungkinan pengguna melakukan panggilan, membuat pesan atau masuk ke dalam Conversations menu langsung dari browser.

Selain bisa menikmati internet via browser bawaannya, Nokia X3 pun sudah menancapkan browser pihak ketiga yakni Opera Mini sebagai alternatif akses dunia maya. Kemampuan kompresinya lebih baik dan akses lebih cepat.

Untuk urusan transfer data seperti file musik atau foto, Nokia X3 menyediakan akses Bluetooth dan kabel data micro USB. Tinggal memilih sarana mana yang lebih cocok digunakan sesuai kebutuhan.

Aplikasi & Instalasi
Ponsel ini membenamkan layanan Ovi secara menyeluruh. Antara lain ketersediaan Ovi Contacts, yang bisa dimanfaatkan sebagai IM client selain kehadiran Windows Live Messenger. Share on Ovi, Ovi Store hingga My Nokia pun sudah menjadi bagian X3.

Di sektor lain, fungsi email dalam ponsel ini memiliki tampilan baru dan sudah mendukung POP3, SMTP dan IMAP4 protocol dan mendukung beragam akun email. Klien email mendukung SSL yang menunjang akun Gmail. Setting menjadi lebih mudah dan praktis.

Gallery pada ponsel ini pun sudah tidak lagi menggabungkan file manager dan media browser. Tersedia tiga pilihan yakni Photos, Music & videos and All content. Pengguna bisa mengkopi file dan folder, mengganti namanya atau menambah.

Tak ketinggalan Nokia X3 menyediakan beragam game aplikasi standar seperti seperti calendar, note, World clock, calculator, alarm, size converter. Lain dari itu, pengguna bisa menambahkan serta menginstal sendiri aplikasi via Ovi Store atau layanan penyedia aplikasi pihak ketiga lain.

Hardware
Nokia X3 memiliki memori internal sekitar 48 MB, juga sudah dilengkapi dengan slot kartu memori MicroSD bertipe hot-swap yang ada di sisi kiri bodi ponsel. Vendor sudah membenamkan sebuah kartu memori berkapasitas 2GB dalam paket penjualan, namun ponsel ini bisa menampung MicroSd dengan memori hingga 16GB.

Dukungan baterai lithium ion berkapasitas 860 mAh sebenarnya masih kurang mumpuni menunjang aksi musik ponsel ini. Namun, dalam pemakaian normal setelah pengecasan penuh, Nokia X3 bisa bertahan 2 hari lebih.


**(+) port audio 3,5 mm, integrasi Ovi (Store, Share, Maps),
( - ) tanpa 3G, layar kecil, bahan plastik

Read more »

Rabu, 03 Maret 2010

Nokia 2730 Classic: Murah, Ada 3G dan Kemudahan Email


Biasa-biasa bukan berarti tak ada yang bisa diunggulkan. Meski kehadirannya di pasar jauh dari kesan ‘wah’, Nokia 2730 Classic tetap menyimpan potensi terpendam. Membidik celah yang belum tersentuh di pasar low end, seri terbaru Nokia ini siap menjaring peminat.


Jika menilik kemampuan Nokia 2730 Classic secara keseluruhan, sebenarnya tak ada yang terlalu menonjol. Namun, di kelasnya ponsel ini sebenarnya cukup memikat berkat kemampuan messaging papan atas serta dukungan jaringan setara 3G.

Interface
Tampilan ponsel ini sangat sederhana dan tak macam-macam. Layaknya tipe klasik lainnya. Disain candybar alias batang, separuh lebih bagian depan dipoles plastik glossy berwarna hitam dipadukan sepuhan warna logam.

Soal layar, Nokia sepertinya merasa cukup menyuntikkan LCD TFT dengan kekuatan 262.144 juta warna (320 x 240 pixel) pada display dengan diagonal 2 inci.

Tampilan antarmuka Series 40 pada Nokia 6730 Classic sudah mengandalkan ikon yang mirip model Symbian S60 3rd Edition FP terbaru. Meski tanpa efek animasi atraktif, rasanya menu grid yang tertampil cukup memuaskan.

Multimedia
Tanpa harus memposisikan diri sebagai ponsel multimedia, kelengkapan Nokia 2730 Classic di sektor ini tetap bisa diandalkan. Tidak mutakhir tapi teknologi yang ditancapkan masih belum ketinggalan jaman.

Didukung dengan kamera 2 megapiksel namun tanpa autofokus ataupun lampu kilat. Ketajaman gambar dan komposisi warna tak sebagus pada kamera ponsel 2 megapiksel lain semisal Nokia 5230 XpressMusic. Apalagi viewfinder pada ponsel ini sempit, sehingga sudut yang tertangkap kamera tak begitu luas.

Untuk merekam video, kamera ini hanya mampu merekam sebatas 176x144 pixels (CIF) dengan frame rate maksimum 10 fps. Video akan muncul dalam format 3gp yang bisa diputar lewat video player standar.


Konektivitas
Meski 2730 Classic bermain di segmen low end, namun suguhan untuk akses layanan data pada ponsel ini layak diperhitungkan. Dengan kemampuan jelajah sekelas 3G, ponsel ini mampu menelusuri website pada kecepatan maksimal 128/384 kbps (upload/download).

Untuk menunjang akses dunia maya, Nokia 2730 Classic dipersenjatai Opera Mini 4.1. Alhasil akses data lebih cepat ketimbang browser bawaan yang biasa dipakai vendor Finlandia tersebut. Selain itu, kinerja kompresi data yang dimiliki Opera Mini lebih baik sehingga biaya GPRS lebih irit.

Berbicara transfer data, 2730 Classic dilengkapi Bluetooth yang mendukung A2DP untuk memindahkan file atau dokumen secara nirkabel. Juga tersedia port kabel data untuk mentransfer data via PC. Nokia 2730 Classic bisa juga dimanfaatkan sebagai modem meski merupakan ponsel low end.

Messaging

Dalam hal messaging dan email, Nokia 2730 Classic tergolong lengkap di kelasnya. Fitur email pada ponsel ini benar-benar dioptimalkan. Begitu mengakses menu email maka pengguna disodori banyak pilihan mulai dari Ovi Mail, AIM Mail, AOL Mail, Windows Live Hotmail, Yahoo Mail dan Gmail.

Hal menarik, pengguna bisa menambah beberapa akun sekaligus di masing-masing penyedia layanan email. Juga akun di luar layanan email seperti Yahoo, Gmail, Hotmail dan lain-lain, pengguna bisa menambahkan akun tersendiri.

Selain itu, begitu memasuki akun email, pengguna bisa memanfaatkan berbagai fitur mulai dari Open, Reply, Quick Reply, Delete, Delete Many, Compose New, Forward, Mark Unread, Save Adress, Move, Folders, E-mail alerts, Signature, Setting, Help dan Refresh.

Khusus Ovi Mail, Nokia menyediakan akses khusus untuk mendapatkan email baru di Get Ovi Mail. Juga layanan instant messaging Ovi terintegrasi yang bisa diakses di menu messaging > IMs.

Hardware
Memori internal ponsel ini diklaim sebesar 30 MB, namun karena sifatnya terbagi, yang tersisa untuk penyimpanan hanya sekitar 12,3 MB. Untung disediakan slot memori eksternal untuk kartu microSD dengan kapasitas maksimal 2GB.

Untuk penunjang aktivitas ponsel, vendor menyediakan baterai lithium ion dengan kapasitas 1050 mAh. Untuk kelas 2730 Classic, rasanya support yang diberikan baterai ini sudah cukup. Dalam pemakaian normal, baterai sanggup bertahan 2 hari setiap pengecasan maksimal.(*)

Kesimpulan


(+) 3G, support messaging lengkaap (akses langsung akun email seperti Ovi, Yahoo, Gmail, dll), Nokia Maps, port audio 3,5 mm, Opera Mini

(-) Fitur multimedia standar, disain biasa, layar kecil
Read more »

Nokia 5130 XM: Pemutar Musik Pintar, Harga Terjangkau


Bentukannya masih serupa keluarga XpressMusic yang lain, candybar. Material bahannya dibikin lebih ringan, tipis dan cenderung bak mainan. Ponsel ini memiliki corong speaker, dengan lubang-lubang kecil pada casing belakang yang dilapisi membran tipis. Pengaturannya sedemikian rupa, hingga mampu menghasilkan output suara yang kencang.

Oke, dari sisi disain tercatat lumayan apik. Tapi, sisi keypad ternyata kurang mennggembirakan. Tombol alfanumerik terkesan murahan dan sedikit licin.

Interface

Berbeda dengan produk XpressMusic yang sebelumnya, Nokia 5130 tidak diasuh oleh sistem operasi terbuka. Artinya tidak ada sistem Symbian di ponsel ini. Platform pengembang yang digunakan Nokia 5130 adalah seri 40 Nokia edisi ke-lima, feature pack 1. Artinya, ini merupakan sistem operasi tertutup milik Nokia yang berjalan berdasarkan teknologi java MIDP 2.1.

Layar ponsel Nokia ini sedikit mengecewakan, dimana diklaim sebagai jenis TFT namun kualitasnya tampak seperti CSTN). Lewat kedalaman warna 18 bit (262.144) plus resolusi 320x240 piksel terlihat kurang maksimal.

Fitur Unggulan

Pemutar Musik
Meski tidak berjalan di sebuah sistem operasi terbuka, Nokia 5130 tetaplah sebuah ponsel XpressMusic. Dengan demikian Nokia telah menanamkan sejumlah codec yang bersifat pre-instal agar bisa mendukung beberapa format musik. Diantaranya adalah AAC, AAC+, AMR, eAAC, eAAC+, MP3, MP4 dan WMA.

Pemutar musiknya sendiri bersifat multitasking. Artinya, meskipun kita keluar dari aplikasi ini untuk mengecek sms misalnya, musik tetap berjalan. Untuk mengontrolnya, kita tinggal menekan tombol-tombol yang terdedikasi. Ada 3 tombol di sisi kiri ponsel, yakni prev, play dan next.

Kualitas output melalui speaker ponsel terdengar ala ponsel Cina. Suaranya keras, bertenaga dan kadang terasa ‘cempreng’. Meski begitu, malah justru sisi ini yang banyak dicari oleh pengguna ponsel musik. Beberapa memerlukannya untuk mendengarkan alunan musik bersama teman, atau sekedar menemani tidur siang dan saat belajar.

Output suara via headset (jack audio 3,5 mm) kualitasnya cukup baik. Bagi yang tidak terlalu suka suara nge-bass maka headset bawaan ponsel ini sudah memenuhi kebutuhan. Tapi bila diinginkan suara keluaran terdengar lebih penuh dan lebih baik, maka disarankan menggunakan alternatif headset lain.

Anda bisa mengatur kualitas output via pengatur equalizer. Ada beberapa preset di Nokia 5130. Bisa pula ditambahkan 2 setingan equalizer baru sesuai selera. Artinya, permasalahan bukan pada kualitas player musik Nokia 5130.


Multimedia Lain
Selain pemutar musik Nokia 5130 membawa kamera digital 2 megapixel. Tanpa auto fokus dan flash, kamera ponsel ini terbilang nekat dan sekedar ada. Hasilnya cukup baik, khususnya untuk foto outdoor. Lagipula kamera ini juga bisa digunakan untuk merekam video standar. Resolusinya kecil (CIF) dengan frame rate 15 fps.

Disamping itu, ada radio FM dan pemutar video dalam format 3gp dan MP4. Meski memori internal Nokia 5130 terbilang kecil, hanya 30 MB termasuk aplikasi pre-instal, ponsel ini memiliki slot MicroSD sebagai memori tambahan. Kapasitas maksimum yang bisa ditampung mencapai 2 GB. Cukup untuk beberapa video mpeg-4.

Internet dan Browser

Nokia 5130 memang bukan disasar untuk kalangan bisnis, namun akses internet tetap disediakan dengan baik. Hanya saja pengguna ponsel ini harus puas dengan kecepatan GPRS dan EDGE. Tidak secepat 3G namun sudah cukup mumpuni untuk browsing beberapa situs web. Nah, sebagai sarana membuka situs web-nya, Nokia membawa serta browser yang cukup handal yaitu OperaMini.

Dengan jaringan internet inipun kita bisa mendaulat ponsel untuk mengurus akun email kita. Apapun protokol email kita, POP3 kah, IMAP kah atau SMTP tetap bisa diset dalam perangkat ini.

Konektivitas

Sebagai sarana penghubung ponsel dengan perangkat lain, Nokia 5130 menyediakan port microUSB dengan software USB versi 2.0 dan Bluetooth versi teranyar (2.0 + EDR). Urusan berkirim file bisa dilakukan tanpa masalah. Termasuk mendengarkan musik via headset Bluetooth stereo.

Untuk akses headset Bluetooth dilakukan dari pemutar musik. Dimana kita harus menekan option lalu memilih untuk mendengarkannya via headset Bluetooth.


Baterai
Nokia 5130 XpressMusic didukung baterai Li-Ion 1020 mAh. Ukuran yang terbilang besar untuk ponsel tanpa 3G dan fitur boros energi lain. Praktis, kapasitas ini didedikasikan paling banyak untuk keperluan pemutar musik. Wajar jika pemutar musik tidak terlalu banyak digunakan, ponsel ini bisa bertahan cukup lama, hingga 3 hari dalam sekali charging.

Kesimpulan

Sisi disain dan kualitas speaker terkesan norak mirip ponsel Cina. Namun, ternyata itu bukan hal buruk. Ada segmen pasar yang memang menginginkan hal seperti itu. Dengan harga Rp 1 jutaan, wajar bila kondisi tersebut justru dimunculkan dalam ponsel ini. Sebuah strategi unik dengan pendekatan baru.

Minimnya fitur jaringan mungkin sedikit menghambat, mengingat banyak ponsel 3G dengan kisaran harga yang sama juga tidak kalah yahud di sisi multimedia. Namun Nokia 5130 tetaplah sebuah produk Nokia. Strategi apapun bisa berbuah bila membeli ‘nama besar’ yang menjadi alasan Anda.
Read more »

nokia c5, c series pertama nokia

Terjawab sudah rumor tentang hadirnya C series Nokia. Kini Nokia resmi keluarkan varian terbaru dan pertama untuk seri C yaitu Nokia C5.

Nokia C5 ini berusaha tampil serba simple namun tetap berkemampuan mumpuni. Konsepnya memang sangat sederhana. Mengusung layar 2.2 inci dengan resolusi QVGA. Sekalipun tidak layar sentuh, tetapi cocok bagi mereka yang suka dengan keypad dan desain standar.

Sebagai ponsel pintar, Nokia C5 ibekali dengan sistem operasi Symbian S60 edisi ketiga yang memberikan pengalaman yahut dalam berkomunikasi. Begitu juga dengan GPS yang terintegrasi (A-GPS support), dan Ovi Maps 3.0 dengan navigasi untuk berkendara.

Nokia C5 akan beredar pada kuartal kedua di Eropa, Eurasia, SEAP, China dan MEA. Ponsel ini rencananya akan dibandrol seharga 135 euro, atau sekitar Rp 1,7 juta-an belum termasuk biaya pajak tentunya./N2

Spesifikasi
Jaringan : QuadBand GSM & & 3G; Dimensi : 112 x 46 x 12.3 mm, 56 cc , 89.3 g; Layar : TFT, 16M warna 240 x 320 pixels, 2.2 inci; Memory: 50 MB microSD/up to 16GB ; Kamera: 3.15 MP, 2048x1536 pixels, autofocus, LED flash, Video VGA@15fps, VGA video call; Data : GPRS Class 32, EDGE Class 32, HSDPA, 10.2 Mbps; HSUPA, 2 Mbps; Bluetooth v2.0s(A2DP), port microUSB v2; OS : Symbian OS v9.3, Series 60 rel. 3.2; SMS, MMS, Email, Palringo IM, Push Email; Browser: WAP. 2.0/xHTML; Radio FM stereo (RDS); GPS (A-GPS) Java: MIDP 2.0; MP4/H.264/H.263 player MP3/WAV/eAAC+/WMV player, Organizer Google Maps, Facebook, YouTube, Google Talk, Doc viewr , Facebook, YouTube, Flickr, MySpace apps, Voice memo/dial, T9; Baterai : Standar, Li-Ion 860 mAh (BL-5CT) : Standby 630 jam (2G)- 670 jam (3G): Aktif 12 jam (2G)- 5 jam (3G)
Read more »

Sabtu, 27 Februari 2010

Nokia C6=Nokia Maystic



Nokia C6
Ponsel terbaru Nokia C series yang menyuguhkan fitur layar sentuh ini, kabarnya akan segera dirilis bersama dengan penyelenggaraan Mobile World Congress 2010 yang sebentar lagi akan dilangsungkan.

Berdasarkan kabar dari dunia maya internet akhir-akhir ini, menyebutkan jik Nokia Maystic adalah sebagai penjelmaan dari Nokia C6. Entah apa yang menyebabkan kabar itu sangat gencar sekali, tapi yang pasti Nokia Mystic ini memiliki desain dan rincian yang mirip dengan Nokia C6 yang akan segera muncul tersebut.

Sebelumnya malah ada yang memperkiraan jika Nokia C6 adalah merupakan penemuan ulang model Classic series Nokia dengan sentuhan desain jadul dan menggunakan bahan yang lebih murah untuk menjaga harga tetap murah. Dan jika melihat tampilan Nokia Mystic bisa jadi lebih mendekati perkiraan tersebut.

Yang pasti, semua itu barulah sebuah dan banyak kabar-kabur/ rumor yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Bisa saja nanti akhirnya Nokia C6 tampak berbeda sekali dari perkiraan sebelumnya, akan tetapi masih menghadirkan fitur layar sentuh. Bagaimana menurut Anda? Mari kita tunggu tanggal mainnya.

Read more »

 
Powered by Blogger | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards